Entri Populer

Minggu, 06 Mei 2012

Perilaku konsumen dalam menentukan pasar

Tulisan ke lima


Sebuah perusahaan yang memahami bagaimana pelanggan/konsumen akan bereaksi terhadap berbagai bentuk produk dan harga maka perusahaan tersebut akan lebih baik dari perusahaan-perusahaan yang menjadi pesaingnya.

Ketika produsen akan melakukan suatu pemasaran perusahaan atau pihak produsen harus memahami strategi penjualan dimana kita harus mampu menilai bagaimana cara untuk memuaskan kebutuhan konsumen dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang kita tawarkan. Pemahaman untuk indakan atau perilaku konsumen ini sangatlah penting sehingga kita mampu memandang secara kreatif ,mengindentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar.

Perilaku konsumen adalah sebuah tindakan dan proses untuk mengambil keputusan baik secara individu maupun organisasi terhadap pemilihan suatu produk tertentu guna memenuhi selera,kebutuhan dan keinginan. Keinginan secara individu bersifat hanya untuk menggunakan barang atau jasa untuk penggunakkan sendiri sedangkan keperluan yang dilakukan secara organisasi terhadap permintaan barang atau jasa guna untuk memenuhi keberlasungan organisasi tersebut.


Faktor eksternal dan internal akan mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan untuk membeli atau tidak membeli suatu barang .faktor internal ini mencangkup motivasi, persepsi, pemahaman, kepercayaan, sikap, dan kepribadian seseorang. Sedangkan faktor dari internalnya, yaitu meliputi aspek kultur, subkultur, klas sosial, kelompok referensi, keluarga, serta peran dan status seseorang dalam kehidupan kelompok.

Apabila konsumen hendak membeli suatu barang maka konsumen tersebut akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni, (a) perumusan masalah, (b) pengumpulan informasi, (c) pengembangan dan penilaian alternatif, (d) penentuan alternatif terbaik atau pengambilan keputusan, dan kegiatan setelah keputusan diambil. Setelah tahap-tahap ini di lalui maka selanjutnya konsumen akan menilai apakah produk yang di beli sesuai dengan harapannya atau sebaliknya ketika yang di dapatkan adalah kepuasan terhadap produk tersebut maka akan terjadi peningkatan terhadap jumlah barang tersebut. Demikian sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.


Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

Read More - Perilaku konsumen dalam menentukan pasar

Sabtu, 05 Mei 2012

Elastisitas Pasar


Tulisan Ke Empat


Salah satu pokok bahasan yang palin penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran,  jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva Permintaan Dan kurva Penawaran berubah? Dan berapa besar pengaruhnya?...

konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau subsidi terhadap pendapatan, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan terhadap pengeluaran atau jenis pengeluaran tertentu.

Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan suatu negara. Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahan variabel lain.


Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Manfaat yang di dapat ketika kita memahami konsep elastisitas adalah kita mampu meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan. Serta elastisitas tersebut mempunya 3 konsep,yaitu : Elastisitas permintaan atau penawaran, silang dan pendapatan.

Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan akan mengukur seberapa besar kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Ketika harga sebuah barang turun, jumlah permintaan terhadap barang tersebut biasanya naik —semakin rendah harganya, semakin banyak benda itu dibeli.

v  Elastisitas penawaran
Sama hal dengan elastisitas harga pada permintaan, maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat persentase perubahan harga.

v  Elastisitas silang
perubahan kuantitas yang diminta untuk sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya akan di ukur melalui elastisitas silang tesebut.

v  Elastisitas pendapatan
Ketika pendapatan konsumen mengalami penurunan atau kenaikan maka akan mempengaruhi terhadap jumlah permintaan suatu barang dan untuk mengukur besar perubahan kita bisa mengukurnya dengan metode elastisitas pendapatan.


Referensi :
                        




Read More - Elastisitas Pasar

Mengenal Perilaku Konsumen



Tulisan Ke Tiga



Konsumen merupakan aset yang berharga bagi para produsen dimana mereka akan memberikan sebuah keuntungan yang menjanjikan untuk melangsungkan kehidupan mereka. Sehingga perlu adanya mempelajari  perilaku para konsumen, Sehingga bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya seperti uang,waktu, dan tenaga untuk membeli barang yang di tawarkan oleh produsen.

perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu. Selain itu merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa
Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen,yaitu :

1.     Pendekatan interpretif
Mencari informasi kepada konsumen terhadap perilaku konsumsinya secara mendalam. Hal ini bisa dilakukan dengan melalui wawancara untuk menanyakan apa yang dirasakan dan di alami konsumen ketika membeli  sebuah produk dan jasa.

2.     Pendekatan tradisional

Ilmu psikologi menjadi landasan untuk mengetahui  tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

3.     Pendekatan sains marketing

Metode ini mencoba melakukkan sebuah pengukuran dari ilmu statistika dan ekonomi walau hasil yang di dapat hanya sebuah pendekatan. Namun,  dapat memperkirakan pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi.


Sebagai produsen atau penjual kita harus mengutamakan kepuasan pelanggan dan kualitas barang yang kita ingi pasarkan dan kita harus mampu untuk mempertahankan konsumen agar tetap loyal terhadap perusahaan kita,karena pada prinsipnya akan lebih berharga dan selalu menguntukan dan di untungkan oleh pelanggan yang setia dibandingkan mencari pelanggan yang baru.

Kesimpulan yang kita dapatkan, yaitu adanya pemahaman akan perilaku konsumen untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik sehingga kita memperoleh keuntungan dan kepuasan bagi para konsumen serta kita mampu mengembangkan ide yang lebih efektif dan kreatif karena kita telah mampu memahami dan menghadapi sikap dan keinginan dari para konsumen.



Read More - Mengenal Perilaku Konsumen

Hukum Permintaan dan Penawaran



Tulisan Ke Dua


Ketika kita hendak melakukan transaksi ekonomi baik itu membeli,menjual ataupun menawarkan suatu barang kepada orang lain tentu kita tidak akan pernah terlepas oleh hukum permintaan dan penawaran. Dalam hal ini, jika kita ingin menjual suatu barang dengan mematok harga tinggi maka pembeli akan berkurang lantaran kenaikan harga tersebut dan begitupun sebaliknya.

 Namun, hal ini tidak berlaku pada hukum penawaran karena jika kita menaikkan harga suatu barang maka jumlah barang yang di tawarkan semakin banyak dan sebaliknya.
Hokum penawaran ini erat hubungannya dengan jumlah barang yang di tawarkan dengan tingkat harga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, sebagai berikut  :


v   Selera

Transaksi jual-beli barang/jasa semua tergantung selera dari para konsumen
Jika selera konsumen tinggi pada suatu barang/jasa akan mengalami peningkatan terhadap jumlah barang yang di minta dan sebaliknya sehingga produksi suatu barang akan di sesuaikan dengan kondisi yang ada pada masyarakat.

v  Pendapatan konsumen

konsumen yang punya tunjangan gaji atau pendapatan yang lebih besar dapat membeli banyak barang yang dia inginkan,tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan menghemat pemakaian barang yang dibelinya.

v  Harga barang atau jasa pengganti

Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap konsumen akan mencari barang atau jasa yang harganya relative lebih murah untuk di jadikan sebagai altenatif penggunaan dengan sesuai selera konsumen dan kualitas yang baik .

v  Harga barang atau jasa pelengkap

Barang atau jasa seperti ini sifatnya melengkapi dan adanya penggabungan dari keduanya dimana saling membutuhkan untuk tejadinya mekanisme yang lebih baik. Contoh : kompor dengan minyak tanah, masyarakat akan beralih menggunakan bahan bakar gas ketika terjadi kenaikan bahan bakar minyak tanah apabila harganya lebih murah dari gas.



v  Perkiraan harga di masa mendatang
Ketika di masa datang di perkirakan akan mengalami kenaikan harga barang maka masyarakatan/konsumen akan membeli barang lebih banyak untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut .

v  Intensitas kebutuhan konsumen

Hal ini kebanyakan berlaku terhadap barang-barang pokok yang apabila di butuhkan secara mendesak dan dirasakan pokok maka konsumen bersedia membeli dalam jumlah harga yang tinggi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran,sebagai berikut  :

v  Biaya produksi

Sebagai produsen hal ini akan menjadi bahan pertimbangan dimana produsen akan menawarkan barang dalam jumlah terbatas untuk menghindari kerugian ketika harga bahan baku mengalami kenaikan harga.

v  Teknologi

Dengan adanya bantuan dari teknologi akan memudahkan dan memperbanyak dalam memproduksi suatu barang sehingga produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah relative lebih besar lagi.

v  Harga barang pelengkap dan pengganti

Apabila harga barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak lagi karena berasumsi konsumen akan beralih ke barang pengganti karena harganya lebih murah.

v  Pajak

Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

v  Perkiraan harga barang di masa dating

Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

v  Tujuan perusahaan

Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

Read More - Hukum Permintaan dan Penawaran

Sistem Perekonomian Di dunia


Tulisan pertama


Kegiatan melakukkan tindakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan  dan kelangsungan hidup manusia telah dilakukan sejak zaman pra sejarah sampai zaman modern. Namun, di awal peradaban manusia (Pra sejarah) kebutuhan  mereka baik dari segi jumlah maupun macamnya relatif  tidak banyak dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Mereka hanya  memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja dan untuk melakukan transaksi mendapatkan barang lain, sifatnya masih secara barter (tukar-menukar  barang/jasa) sehingga untuk melakukkan kegiatan ekonomi untuk kebutuhan pihak lain ataupun mendapatkan keuntungan belum terfikirkan oleh mereka.


Dengan semakin majunya peradaban manusia , manusia semakin cerdas dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk menghasilkan barang dan jasa yang selanjutnya dapat di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, hal tersebut tidak jarang pula di dahului oleh timbulnya pemenuhan kebutuhan baru.

Oleh karena itu, semakin dirasakan perlunya system perekonomian yang lebih teratur dan terencana. System barter tidak lagi di pertahankan, mengingat banyak kendala yang di hadapi, seperti :

v  Jika tranksaksi dilakukan dalam skala besar maka akan lebih merepotkan
Kedua belah pihak atau lebih
v   Kendala dalam mempertemukan dua atau lebih pihak yang memiliki kebutuhan yang sama
v  Terdapat hambatan bagi pembayaran yang tertunda

v  Kesulitan dalam menentukan nilai komoditi yang akan di pertukarkan

Menghadapi kenyataaan tidak dapat terpenuhinya  semua kebutuhan tersebut, maka dengan sadar atau tidak manusia akan besikap rasional. Yaitu, mereka akan memilih pilihan yang mendantangkan manfaat sebesar-besarnya. Dengan hambatan yang terjadi, maka para intelektual seperti Adam Smith, Kalr max dll, memikirkan system perekonomian yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia.

Sistem inilah yang akan di gunakan oleh suatu Negara untuk mengatur sumber dayanya baik secara individu maupun organisasi memenuhi  kebutuhan di Negara tersebut.


Adapun dari hasil pemikiran Sistem tersebut adalah :

1.  Perekonomian terencana

Dalam sistem ini pemerintalah yang memegang kendali dan menggunakan seluruh faktor produksi, namun ketika suatu perekonomian masyarakat di anggap matang faktor produksi dan hasil alokasi tersebut harus diberikan kepada para buruh. Contoh Negara yang menggunakan system ekonomi ini adalah uni soviet dan banyak eropa timur  lainnya hingga abad ke-20. Ide ini di cetuskan oleh karl max yang di ilhami oleh penderitaan kaum buruh pada saat itu.

2.  Sistem Perekonomian pasar (Liberalis/Kapitalisme )

Sistem ini menganut dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan namun masih dalam batas-batas tertentu atau yang biasa di sebut kapitalisme dan liberalisme serta mekanisme penawaran dan permintaan yang akan menentukan harga dan barang produksinya.Jadi, pasarlah yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang/jasa,Adapun penggagasnya yaitu Adam Smith.

3.  Perekonomian pasar campuran

Sistem perekonomian pasar campuran merupakan kombinasi dari kedua system yang sebelumnya yaitu sistem perekonomian pasar  dan terencana dimana dalam hal ini pemerintah mencoba memberikan kebebasan bagi pihak swasta untuk mengendalikan faktor produksinya sendiri namun pemerintah tetap mengontrol semua tindakan perekonomian yang terjadi di  negaranya tersebut.





Read More - Sistem Perekonomian Di dunia

Sabtu, 07 Januari 2012

Aksi mogok yang dilakukan para pilot PT. Garuda Indonesia


Pendahuluan

         Perjalanan dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah yang lain membutuhkan waktu yang begitu lama sampai pada tempat tujuan yang diinginkan dengan biaya lebih murah jika dilakukan dengan menggunakan transportasi darat atau laut. Tapi, bagi sebagian orang perjalanan dengan waktu yang lebih cepat sangat dibutuhkan dalam berbagai hal sehingga ini menjadi kendala dalam beraktivitas dalam keseharian. Namun, Hal ini dapat di atasi dengan menggunakan transportasi udara dengan waktu yang dibutuhkan lebih cepat ketimbang transportasi darat maupun laut dengan biaya sedikit lebih mahal.

         Pesawat Garuda indonesia lahir sebagai salah satu Alat Transportasi udara  maskapai penerbangan nasional yang beroperasi di indonesia hingga mancanegara yang berdirinya dari tanggal 26 januari 1949 (Pada saat itu namanya masih disebut sebagai indonesian airways ) hingga sekarang.

Masalah

         Di tinjau dari segi keselamatan, kinerja, pelayanan serta kualitas para pilotnya dari maskapai penerbangan ini telah memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional dengan adanya
 Sertifikat IOSA dari IATA dan masuk dalam daftar bintang Empat dari Skutrax sebagai bukti bahwa maskapai penerbangan ini mampu bersaing dalam skala nasional maupun internasional. Namun, Tak ada gading yang tak retak, itulah sebuah pepatah yang di tujukan kepada PT. Garuda indonesia. dalam hal ini, PT. Garuda indonesia sedang mengalami polemik yaitu Terjadinya aksi pemogokkan terbang yang dilakukkan oleh sebagian dari  para  pilotnya.

         Terjadinya Aksi mogok guna menuntut persamaan gaji antara pilot lokal dan asing. Tindakan yang di lakukan oleh sebagian para pilot tersebut sebagai bukti protes bahwa gaji yang mereka dapatkan  selama ini berbeda dengan pilot asing yang seharusnya lebih di utamakan sebagai anak bangsa sendiri yang secara berkualitas pun sudah layak bersaing dengan pihak pilot asing Kapten Stephanus Gerardus Rahardi sebagai Presiden APG (Asosiasi Pilot Garuda) mengatakan, “kepemogokkan akan dilakukan pada hari kamis 28 juli 2011 sebagai tindakan protes kepada pihak manajemen yang telah menyalahi aturan dalam standard aviation penerbangan”.

Solusi

         Jika masalah ini tidak di tanggapi dan di biarkan begitu saja maka akan terjadi konflik/pertikaian antara pihak manajemen terhadap sebagian para pilot bahkan  pertikaiannya dapat berupa antar individu yang pertikaian ini menunjukan perbedaan yang akan di ekspresikan,diingat,dan dialami (pace & faules 1994:249). Setelah mendengarkan keluhan dan tuntutan yang dilakukan oleh para pilot tersebut sehingga Untuk menghentikan aksi mogoknya maka pihak dari PT. Garuda indonesia angkat bicara dengan memberikan penjelasan dan pemahaman bahwa perbedaan gaji tersebut karena status gaji asing hanya kontrak yang bersifat sementara serta tidak mendapatkan fasilitas seperti pilot lokal. Terhadap permasalahan ini pun, Menteri Perhubungan Freddy Numbery ikut berkomentar dengan mengatakan, “"Kalau dia (pilot) sekarang terima gaji Rp45 juta per bulan, menteri cuma Rp19 juta. Lebih besar dari saya itu. Kurang apa sih memang”.

         Dilihat dari sudut pandang tertentu Menurut saya, ”Para pilot seharusnya Memahami bahwa gaji yang mereka dapatkan sudah cukup seimbang dengan dengan pilot asing lantaran pilot lokal mendapatkan keuntungan-keuntungan yang tidak di dapatkan oleh pilot asing seperti : tunjangan hari raya (THR), tunjangan setiap memasuki pendidikan baru, insentif akhir tahun, serta pesangon cuti tahunan dengan besaran setengah dari gaji. Namun, dengan adanya pemogokan tersebut dapat menjadi sebuah teguran bahwa pekerjaan sebagai pilot selama bisa di tangani oleh para pilot anak bangsa maka sepantasnyalah di utamakan ketimbang pilot asing”.





Read More - Aksi mogok yang dilakukan para pilot PT. Garuda Indonesia

Senin, 21 November 2011

Metode membaca yang baik dan benar


Membaca merupakan salah satu kunci terbukanya ilmu pengetahuan tapi pada prakteknya maysarakat belum banyak yang mengetahui cara membaca yang baik dan benar.

Seseorang dikatakan belajar jika orang tersebut telah mengalami perubahan, baik dalam pengertian, atau dalam tindakannya. Membaca belum tentu belajar, Banyak orang membaca tapi tidak mengerti apa yang telah dia baca. Orang demikian dikatakan membaca tap tidak belajar. Hal ini dikarenakan orang tersebut belum memiliki metode membaca yang baik dan benar.

Dalam hal membaca, perlu kita perhatikan kapan membaca dengan cepat dan dengan lambat. Bacaan yang ringan seperti novel dapat di baca dengan cepat, namun bacaan yang berat dan ilmiah seperti matematika harus di baca dengan cermat, telaten, dan tidak perlu cepat guna dapat memahami materi yang di baca.

Dalam membaca yang bersifat ilmiah dan perlu pemahaman yang mendalam kita dapat menggunakan metode sbb : Menyelidiki (Preview), Bertanya (Question), Membaca (Read), Menyatakan (State), Menguji (Test),
  1. Menyelidiki (Preview)Sebelum membaca sebuah buku hendaklah kita menyelidiki terlebih dahulu mengenai buku apa yang hendak kit abaca. Hal ini untuk menentukan apakah buku ini kit abaca dari awal atau langsung ke bab yang kita butuhkan.

  1. Bertanya ( Question )
Setelah kita melakukan penyelidikan, kita mengajukan sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan bab/materi yang kita mau baca. Missal : “apa yang di maksud dengan Persamaan kuadrat ?”

  1. Membaca (Read)
Membaca disini yang di maksud adalah kita di tuntut untuk berpikir,mencatat atau menandai pokok-pokok yang di anggap penting dalam hal ini keaktifan sangat di perlukan.

  1. Menyatakan (State)
Pada tahap ini kita mengucapkan atau menuliskan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan tadi dengan bahasa kita sendiri yang lebih sederhana namun kita dapat memahaminya.

  1. Menguji (Test)
Pada tahap terakhir, kita telah berhasil membuat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Hal ini menunjukan kalau kita sudah mengerti tapi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam lagi kita perlu menguji ilmu kita dengan berbagai soal-soal.
Saya rasa cukup untuk menjelaskan metode membaca yang efektif untuk kita. Sekian dan terima kasih.




Read More - Metode membaca yang baik dan benar