Entri Populer

Sabtu, 07 Januari 2012

Aksi mogok yang dilakukan para pilot PT. Garuda Indonesia


Pendahuluan

         Perjalanan dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah yang lain membutuhkan waktu yang begitu lama sampai pada tempat tujuan yang diinginkan dengan biaya lebih murah jika dilakukan dengan menggunakan transportasi darat atau laut. Tapi, bagi sebagian orang perjalanan dengan waktu yang lebih cepat sangat dibutuhkan dalam berbagai hal sehingga ini menjadi kendala dalam beraktivitas dalam keseharian. Namun, Hal ini dapat di atasi dengan menggunakan transportasi udara dengan waktu yang dibutuhkan lebih cepat ketimbang transportasi darat maupun laut dengan biaya sedikit lebih mahal.

         Pesawat Garuda indonesia lahir sebagai salah satu Alat Transportasi udara  maskapai penerbangan nasional yang beroperasi di indonesia hingga mancanegara yang berdirinya dari tanggal 26 januari 1949 (Pada saat itu namanya masih disebut sebagai indonesian airways ) hingga sekarang.

Masalah

         Di tinjau dari segi keselamatan, kinerja, pelayanan serta kualitas para pilotnya dari maskapai penerbangan ini telah memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional dengan adanya
 Sertifikat IOSA dari IATA dan masuk dalam daftar bintang Empat dari Skutrax sebagai bukti bahwa maskapai penerbangan ini mampu bersaing dalam skala nasional maupun internasional. Namun, Tak ada gading yang tak retak, itulah sebuah pepatah yang di tujukan kepada PT. Garuda indonesia. dalam hal ini, PT. Garuda indonesia sedang mengalami polemik yaitu Terjadinya aksi pemogokkan terbang yang dilakukkan oleh sebagian dari  para  pilotnya.

         Terjadinya Aksi mogok guna menuntut persamaan gaji antara pilot lokal dan asing. Tindakan yang di lakukan oleh sebagian para pilot tersebut sebagai bukti protes bahwa gaji yang mereka dapatkan  selama ini berbeda dengan pilot asing yang seharusnya lebih di utamakan sebagai anak bangsa sendiri yang secara berkualitas pun sudah layak bersaing dengan pihak pilot asing Kapten Stephanus Gerardus Rahardi sebagai Presiden APG (Asosiasi Pilot Garuda) mengatakan, “kepemogokkan akan dilakukan pada hari kamis 28 juli 2011 sebagai tindakan protes kepada pihak manajemen yang telah menyalahi aturan dalam standard aviation penerbangan”.

Solusi

         Jika masalah ini tidak di tanggapi dan di biarkan begitu saja maka akan terjadi konflik/pertikaian antara pihak manajemen terhadap sebagian para pilot bahkan  pertikaiannya dapat berupa antar individu yang pertikaian ini menunjukan perbedaan yang akan di ekspresikan,diingat,dan dialami (pace & faules 1994:249). Setelah mendengarkan keluhan dan tuntutan yang dilakukan oleh para pilot tersebut sehingga Untuk menghentikan aksi mogoknya maka pihak dari PT. Garuda indonesia angkat bicara dengan memberikan penjelasan dan pemahaman bahwa perbedaan gaji tersebut karena status gaji asing hanya kontrak yang bersifat sementara serta tidak mendapatkan fasilitas seperti pilot lokal. Terhadap permasalahan ini pun, Menteri Perhubungan Freddy Numbery ikut berkomentar dengan mengatakan, “"Kalau dia (pilot) sekarang terima gaji Rp45 juta per bulan, menteri cuma Rp19 juta. Lebih besar dari saya itu. Kurang apa sih memang”.

         Dilihat dari sudut pandang tertentu Menurut saya, ”Para pilot seharusnya Memahami bahwa gaji yang mereka dapatkan sudah cukup seimbang dengan dengan pilot asing lantaran pilot lokal mendapatkan keuntungan-keuntungan yang tidak di dapatkan oleh pilot asing seperti : tunjangan hari raya (THR), tunjangan setiap memasuki pendidikan baru, insentif akhir tahun, serta pesangon cuti tahunan dengan besaran setengah dari gaji. Namun, dengan adanya pemogokan tersebut dapat menjadi sebuah teguran bahwa pekerjaan sebagai pilot selama bisa di tangani oleh para pilot anak bangsa maka sepantasnyalah di utamakan ketimbang pilot asing”.





Read More - Aksi mogok yang dilakukan para pilot PT. Garuda Indonesia